Title : Who Are You?
Type : family,friendship,relationship
Main Cast : Choi mi young
Cho kyu hyun
Support cast : Choi Siwon
Lee sungmin
Kim tae ra
Kim jong woon(yesung)
Kwon soo rin
Lee hyuk jae
+++++++++++++++++++++
"Mi young~ mi young~"
"Ne,oppa"
"Main lagi yuk"
"Tapi ini udah jam 3 pagi,oppa"
"Sekaliiiiiiiii lagi deh. Mau ya ya ya ?"
"Sekali lagi,kalo aku menang,oppa harus makan sayur! Hahaha"
"Tidak mau! Itu curang! Jika aku menang,aku akan suruh kamu cuci mobil ku! Hahaha"
"Baiklah....siap-siap makan sayur ya oppa hahaha"
30 menit kemudian
"YES!!!! MENAAAAAANG! Kau harus mencuci mobilku mi young~"
"Ah Sial! Baiklah besok akan kucuci mobilmu oppa. Sekarang aku mau pulang. Mau tidur. Ngantuk banget nih oppa. Tanggung jawab kalo besok aku tidur di kelas!"
"Laaaaaaah kok udahan mainnya? Yaaaaaaah"
"Besok kita main lagi ya oppa. Selamat pagi. Jangan lupa tidur,oppa"
"Selamat pagi dan selamat tidur juga,maaf membuatmu jadi pulang dan tidur pagi-pagi buta begini lagi. Mimpi indah ya"
"Ne,tidak apa-apa oppa. Annyeonghaseo"
"Annyeonghaseo"
*ckrek*
++ Author Pov ++
Setelah kurang lebih 8 jam bermain game bersama kyu hyun, mi young pulang ke rumahnya yang kebetulan tidak jauh dari rumah kyu hyun, ia masuk ke kamarnya dan merasa sangat pusing. Mungkin karena kebanyakan bermain game dengan kyu hyun.
ditempat lain....
*good morning~good morning~*
Alarm di ponsel tae ra berbunyi menandakan sudah pukul 6 pagi waktu korea selatan.
"Ummmmm......males bangun. Masih ngantuk!!"
Tiba-tiba ponsel tae ra berbunyi lagi, tapi bukan bunyi alarm.
*neol bogo sipdago~ Tto ango sipdago~ Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal~*
"Ne oppa"
"Bangun tae ra, kau mau sekolah tidak ?"
"Ne oppa. Aku akan segera bangun. Sampai nanti oppa"
"Sampai nanti"
*klik*
"Baiklaaaaaaah! Aku jadi semangat buat ke sekolah!"
Tae ra lari ke kamar mandi. Setelah selesai mandi ia cepat-cepat berganti pakaian dan sarapan lalu berangkat ke sekolah. Ternyata yesung,pacarnya baru saja meneleponnya. Makanya ia jadi bersemangat untuk pergi ke sekolah.
++ mi young pov ++
"Aigo~ kepalaku pusing sekali!"
"Mi young kau baik-baik saja ?"
"Ne oppa, aku akan segera turun."
Tiba-tiba semuanya gelap.......
"Mi young kau sedang apa di atas ? Cepat turun! Kita bisa telat!"
1 menit tidak ada jawaban
"Mi young ? apa benar kau baik-baik saja ?"
2 menit tidak ada jawaban. Siwon oppa naik ke kamarku.
"OMO!!! Kau kenapa mi young ?! Bangunlah! Bangun!"
Itu suara oppa terakhir yang aku dengar. Setelah itu semuanya sunyi.
++ Author Pov ++
Mi young tidak masuk sekolah hari ini. Ia dibawa oleh siwon ke rumah sakit karena tiba-tiba pingsan lalu siwon menelepon wali kelas mi young dan wali kelasnya sendiri. Siwon duduk di bangku SMA dan sekarang sudah kelas 3 sementara mi young masih kelas 1 SMA. Mereka tinggal berdua,karena orang tua mereka harus mengurus perusahaan keluarga Choi di Seoul. Siwon sekelas dengan yesung dan tae ra, sedangkan mi young sekelas dengan soo rin, kyu hyun, dan hyuk jae atau sering di panggil dengan eunhyuk.
*teng....teng....teng*
"Annyeonghaseo,anak-anak. Bapak mendapat kabar bahwa hari ini Choi mi young tidak dapat masuk sekolah di karenakan sedang sakit. Tadi kakaknya yang memberitahukan ke bapak."
"Yaaaaah mi young pakai acara sakit lagi. Aku duduk sama siapa dong ? Hu-uh"
"Sama aku aja mau enggak ?" Tiba-tiba eunhyuk mendekati soo rin.
"Sama kamu ? Ehehehe enggak deh makasih. Aku duduk sendiri aja"
"Yaudah, tapi kalo kamu kesepian aku bisa pindah kok"
"Eh enggak kok enggak. Makasih"
Eunhyuk terdiam kesal karena ia gagal mendekati soo rin.
"Aigo. Kenapa mi young jadi sakit gini ya? Apa jangan-jangan gara-gara aku ajak dia main game sampai jam 3 pagi" kyu ngomong sendiri.
"MWO?! Jam 3 pagi?! Kau ajak seorang yeoja main game sampai jam 3 pagi?! Kau ini gila atau apa sih kyu?!"
"Hehehe ne, abis seru tau kalau main game sama dia. Anaknya asyik banget udah gitu susah banget dikalahinnya"
"Michigetda! Aku tak mengerti jalan pikiranmu!"
"Nanti setelah pulang sekolah aku akan jenguk dia. Sekalian minta maaf. Kau mau ikut?"
"Sepertinya aku tidak bisa ikut. Aku ingin pulang terus latihan dance. Titip salam aja ya buat mi young"
"Dasar kau dancing machine. Baiklah akan aku sampaikan"
++ Siwon Pov ++
"Dok, sebenarnya adik saya kenapa? Dia sakit apa?"
"Apa adik anda suka keluar pada malam hari? Atau sering terkena angin malam?"
"Mmmmhhh....Akhir-akhir ini sih dia suka pulang di atas jam 12 malam karena bermain game dirumah temannya. Memangnya kenapa dok?"
"Ia terlalu banyak mengirup angin malam yang tidak baik bagi kesehatan tubuhnya. Paru-parunya ada yang rusak. Dan kemungkinan akan menyebar ke organ tubuh yang lain"
MWO?!!!!!!
"Tapi apakah adik saya bisa sembuh ?"
"Hanya tuhan yang tahu. Kami tim medis hanya bisa berusaha semampu kami"
"Tolong,dok bagaimanapun caranya adik saya harus sembuh! Berapun biayanya akan saya bayar! Yang penting dia bisa sembuh. Tolong,dok. Saya mohon. Lakukan yang terbaik untuk adik saya..."
"Ne. Akan kami usahakan. Kami akan melakukan operasi sekarang juga."
"Ne,dokter. Tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya." Kataku lemas.
Aaaaaaaarrrgh! Apa yang harus kulakukan sekarang?! Aku harus bilang apa ke umma dan appa?! Aaaah aku hanya seorang oppa yang tidak berguna bagi dongsaengnya!!!!!!
++ kyu hyun pov ++
kata pembantunya, mi young di bawa ke rumah sakit dekat sini. Semoga dia baik-baik saja.
"Siwon,hyung!!!"
"Kyu?"
"Hosh... Bagaimana keadaan mi young? Hosh.. Hosh..."
"Kau lari kesini?"
"Ne,hyung..hosh...hosh... bagaimana keadaannya ?"
"Mengapa kau selalu mengajak mi young bermain game sampai larut malam?!"
"Mianhaeyo,hyung. Ini memang salahku. Aku tidak tau kalau akan seperti ini keadaannya"
"Tidak apa-apa. Aku tidak akan menyalahkanmu. Karena terlalu sering terkena angin malam, paru-paru mi young ada yang rusak dan kemungkinan kerusakan itu akan menyebar ke organ yang lain. Sekarang ia sedang di operasi semoga saja semuanya berjalan lancar."
"MWO?! Separah itukah?! Mianhaeyo,hyung. Aku betul-betul babo"
"Sudahlah, kyu. Jangan menyalahkan diri sendiri seperti itu. Semua sudah terjadi. Tidak ada yang perlu disesali." Hyung menegarkanku. "Lebih baik kita berdoa,semoga mi young bisa sembuh dan berkumpul bersama kita lagi. Amin"
"Ne,hyung. Amin" kataku lemas.
Sejam kemudian seorang dokter keluar dari kamar operasi tempat mi young.
"Dok! Dokter! Bagaimana keadaan adik saya?!"
"Ya dok bagaimana keadaan mi young?! Apa dia baik-baik saja?! Dia pasti baik-baik saja kan dok?!"
"Berkat doa kalian dan mukzizat yang diberikan oleh Tuhan, mi young-sshi berhasil di tolong. Tapi, efek sampingnya dari operasi ini , ia akan lupa dengan apa yang sudah terjadi dalam waktu dekat ini. Tapi ini tidak akan menjadi amnesia permanen. Hanya untuk sementara waktu saja"
"Thanks God,engkau kembalikan mi youngku"
"Terimakasih Tuhan. Gamsahamnida dokter. Boleh kami menengoknya sekarang ?"
"Ne. Cheonmaneyo. Silahkan, tetapi setelah saudari mi young di pindahkan ke ruang rawat inap."
"Baik dok, sekali lagi terimakasih banyak."
"Gwaenchansseumnida, itu sudah kewajiban saya sebagai dokter. Ada pasien lagi yang harus saya tanggani. Sillyehamnida."
"Ne"
1 jam kemudian setelah operasi mi young selesai, aku dan hyung menjenguknya dikamar
"Annyeonghaseo, mi young. Bagaimana keadaanmu?"
"Ah oppa. Aku baik-baik saja. Memangnya aku kenapa?"
"Kau baru saja selesai operasi. Kau membuat kami cemas."
"Mmmmmh.... Kau siapa? Aku pernah melihatmu. Tapi aku lupa siapa namamu?" Mi young menunjuk ke arahku
Mi young....dia melupakanku? Bagaimana mungkin? Apa ini efek yang dikatakan oleh dokter tadi? Aku saling berpandangan dengan Siwon hyung yang nampak shocked.
"Ah tidak, aku bukan siapa-siapa. Kita baru bertemu sekarang kok" aku berbohong
"Siapa namamu?"
"Errrr......Cho....eh... Jonen Lee Sungmin imnida" mianhaeyo sungmin hyung, aku meminjam namamu. Aku melirik Siwon-sshi supaya ikut berpura-pura.
"Lee sungmin? Nama yang indah. Oh ya, kau temannya oppa?"
"Mmmh.... Saengie, kau harus istirahat sepertinya. Jangan banyak bicara dulu ya. Kondisimu masih lemah." Siwon hyung mencoba mengalihkan pertanyaan mi young
"Aku pulang dulu ya. Ada urusan. Kau cepat sembuh ya mi young. Annyeonghaseo" kataku cepat-cepat
"Mi young, oppa mau mengantarkan kyu...eh...sungmin ke depan dulu ya. Kau istirahat saja disini."
"Ne,oppa. Sampai bertemu lagi sungmin oppa"
Aku hanya tersenyum. Sakit sekali rasanya di lupakan oleh orang yang kita sayang.
*ckrek* siwon oppa menutup pintu kamar mi young
"Mengapa kau berbohong?!"
"Aku tak ingin membuatnya mengingatku lagi. Aku yang sudah menyebabkan dia seperti ini, hyung. Ini memang pantas aku dapatkan. Di lupakan oleh mi young. Hyung, tolong jangan beritahukan mi young yang sebenarnya."
"Baiklah kalau itu maumu."
"Gomawo,hyung. Aku harus ke dorm sekarang"
"Cheonma~ nanti aku menyusul. Hati-hati dijalan, kyu"
Aku melambaikan tangan ke arah Siwon oppa dan melangkah keluar rumah sakit dan pulang ke dorm. Aku masih tidak percaya mi young kalau melupakanku.
++ mi young pov ++
Siapa ya namja tadi? Aku pernah melihatnya tapi dimana? Dan namanya bukan sungmin sepertinya, tapi siapa?! Aaaaaarrrghh!!! Kepalaku sakit jika mencoba mengingat namja itu!!!! Siapa dia sebenarnya?!
*ckrek* pintu kamarku terbuka. Ada dua orang yeoja dan dua orang namja. Aku kenal mereka. Dua orang yeoja itu soo rin dan tae ra onnie dan dua orang namja itu oppaku, siwon dan yesung oppa,pacarnya tae ra onni.
"Annyeonghaseo mi young~" soo rin berlari kearahku memelukku.
"Annyeonghaseo soo rin~"
"Annyeonghaseo mi young saengie~"
"Ah..annyeonghaseo tae ra onni. Apa kabar?" Kataku sambil melepas pelukan soo rin.
"Hahaha harusnya aku yang bertanya, kamu apa kabar?"
"Aku baik onni~"
"Kau membuat kami cemas tau" yesung oppa mengelus kepalaku, membuat rambutku berantakan.
"Mianhaeyo oppa tapi jangan membuat rambutku berantakan dong hu-uh"
"Siwon, dimana kyu? Apa dia kesini tadi?"
"Oppa,Siapa itu kyu-sshi?" Tanyaku ke yesung oppa dan siwon oppa.
"Errr....dia maknae di super junior,saengie."
"Apa aku juga mengenalnya?"
"Iya lah mi young kamu kenal dia. Malah kamu deket banget sama dia. Kok kamu jadi pelupa gini sih?" Perkataan soo rin ini membuat aku semakin bingung
"Aku tidak pernah mengenal yang namanya kyu" aku menggeleng "dia siapa sih? Kalian punya fotonya? Aku ingin lihat"
"MWO?!"
Semua orang yang menjengukku di kamar itu saling pandang membuatku semakin bingung. Tiba-tiba aku merasakan kepalaku sakit sekali
"Arrrrghhh!!!! Kepalaku sakit!!!!"
"Aigo saengie! Oppa bilang juga kamu harus istirahat!"
"Aku akan panggilkan dokter!" Tae ra onni berlari keluar
"Arrrghhhhh!!! Aku tidak bisa mengingat siapa itu kyu-sshi!!!"
"Sudahlah mi young. Kau harus istirahat sekarang!" Larang soo rin
"Ada apa ini? Tolong keluar dulu ya"
"Ne, dokter"
Dan mereka meninggalkanku untuk diperiksa oleh dokter. Kepalaku masih sangat sakit. Tapi aku akan berusaha mengingat siapa itu kyu-sshi.
++ author pov ++
Diluar siwon menceritakan semuanya ke yesung,tae ra dan soo rin. Mereka kaget dan tidak percaya karena hanya kyu yang dilupakan oleh mi young.
1 tahun kemudian setelah operasi, mi young bersekolah di Seoul karena orang tuanya tidak mau lagi terjadi hal seperti ini. Dia jadi jarang bertemu siwon,kyu hyun,tae ra,soo rin, yesung,dan eunhyuk. Dia juga tetap tidak bisa mengingat siapa itu kyu hyun. Dia hanya mengenal kyu hyun sebagai lee sungmin dan bertemunya hanya saat mi young liburan ke incheon.
Hari ini mi young pulang ke Incheon. Ia menghabiskan waktu liburannya di Incheon dengan kyu di sebuah taman.
Hari ini adalah ulang tahun kyu, dia tidak berharap banyak pada hari ulang tahunnya ini. Ia hanya berharap mi young bisa mengingatnya lagi. Mengingatnya sebagai cho kyu hyun bukan lee sungmin.
"Sungmin oppa~ kalau melihat mobil, aku mengingat sebuah janji. Tapi aku lupa aku membuat janji itu dengan siapa"
"Hahaha mungkin kau membuatnya dengan seseorang"
"Yaiyalah oppa. Masa aku ngebuat janji sama setan hahaha"
"Hahaha, eh ke taman itu yuk. Kita makan ice cream. Kau suka ice cream kan?"
"Ne oppa,kenapa kau bisa tau makanan kesukaanku adalah ice cream?
"Itu....karena...."
"Ya itu tidak penting sekarang ayo kita makan ice cream~"
"Ne"
Sesampainya di taman, mereka melihat seorang yeoja dengan seorang namja yang sudah tidak asing lagi.
"Ssssst oppa! Sini deh, itu kan soo rin sama eunhyuk-sshi kan?"
"Mana? mana?"
"Itu tuh di sana. Yang lagi duduk. Sepertinya serius banget suasana disana"
"Kesana yuk!" Kyu menarik tangan mi young
"Tunggu oppa! Nanti kalau kesana kita menganggu mereka. Mending kita disini aja"
"Ne ne~ aku menurutimu" kata kyu mengikuti mi young jongkok di semak-semak
++ soo rin pov ++
"Ada apa kamu nyuruh aku kesini?"
"Nggggg..... Sebenernya aku mau ngomong sesuatu ke kamu"
"Apa ?"
"Kenapa kau selalu bersikap jutek kepadaku?"
"Kau hanya ingin menanyakan hal itu?"
"Kenapa kau selalu pergi jika aku mendekatimu?"
astaga! Aku harus jawab apa??!!
"Hey, eunhyuk-sshi! Aku harus jawab dari yang mana dulu?! Kau kalau bertanya satu-satu dong!"
"Kenapa kau tidak mau mengangkat telepon atau membalas sms ku?"
Aigo~ hyuk kenapa sih aneh banget pertanyaannya dari tadi
"Kau boleh menjawab dari yang mana saja. Jawab dengan jujur!"
Aku harus jawab apa tuhan?! Aku benar-benar bingung!
"Nggg.....itu karena...."
"ANNYEONG SOO RIN. ANNYEONG EUNHYUK-SSHI CIE BERDUAAN HAHAHA"
Tiba-tiba mi young muncul di depan kami. Huft... Gomawo mi young, kau penyelamatku dari pertanyaan-pertanyaan anehnya si eunhyuk.
"Heh mi young kau juga berduaan dengan kyu!"
"MWO?! Kyu?! Dia sungmin oppa bukan kyu! Aku tidak kenal siapa itu kyu!"
Upsssss.... Sepertinya eunhyuk keceplosan! Ini bisa gawat!
"Errrrrr..... Eunhyuk-sshi sepertinya kita harus pergi deh. mi young kami duluan ya. Annyeong~"
aku menarik tangan eunhyuk pergi dari tempat itu.
"Apa-apaan sih tarik-tarik?!"
"Kamu tuh keceplosan tau! Bisa bahaya!"
"Biar mi young tau yang sebenernya. Kamu enggak kasihan apa sama kyu?!"
"Aku kasihan tapi mau gimana lagi ini kemauannya kyu!"
"Sudahlah! Jika bertemu denganmu pasti hawanya ribut mulu. Kapan sih kita bisa akur?!"
"Nanti kalau sudah kiamat!"
"Ne ne ne ~ terserah kau saja lah soo rin! Aku capek harus seperti ini terus! Aku mengajakmu kesini karena aku mau bilang....errr mau bilang....saranghaeyo, kwon soo rin!"
MWO???????!!!!!!!!!
"Eh ??"
"Kok 'eh' ? Beneran nih! Serius!"
"Errrrr.... Kaget aja"
"Bilang 'nado saranghaeyo' dong!"
"Errrr....."
Eunhyuk lalu menarik dan memelukku. Aku terdiam. Apa aku emang harus bilang 'nado saranghaeyo' ke dia ?
"Eunhyuk-sshi.....nado....nado...sar...saranghaeyo"
"You always be my girl, soo rin"
"Mianhaeyo hyuk"
aku memeluknya dengan kuat dan menangis
"It's ok. I'm here now. Beside you. Always stay in your heart."
"Ne~ aku percaya."
Kataku sambil tersenyum.
Hari ini hari yang benar-benar indah buat aku dan eunhyuk. Kami berpacaran sekarang dan semoga untuk selamanya.
++mi young pov++
"Aduuuh mereka so sweet banget ya oppa? Aku ingin menjadi soo rin"
"Kau mau dipeluk eunhyuk-sshi? Aku sih tidak mau kalau jadi kau"
"Bukan itu maksudku! Aku juga tidak mau jika dipeluk oleh eunhyuk-sshi"
"Aku kira kau mau dipeluk olehnya hahaha"
"Oppa,aku harus ke dorm. Kau mau ikut?"
"Memang ada apa disana?"
"Aku ada janji dengan minho-sshi juga aku sudah lama tidak bertemu taeyeon onni"
"Baiklah aku akan mengantarmu, tapi aku tidak masuk ya"
"Baiklah oppa,gomawo"
Sesampainya di dorm, aku melangkah masuk, melambaikan tangan ke sungmin oppa. Ketika aku membuka pintu dorm, aku melihat poster besar super junior. Aku medekatinya. Mengamati semua member satu-satu. Aku menyentuh foto Sungmin oppa dan tersenyum menatapnya. Tiba-tiba seorang namja berkata dengan suara tertahan dibelakangku
"Dia magnae di grup kami. Kau pasti mengenalnya."
"Aku mengenalnya. Dia sungmin oppa kan?"
"Anio. Dia kyu hyun. Dia pencinta game. Dia bersuara merdu dan menjadi sub vocal di grup kami. Di memang dekat dengan sungmin tapi dia bukan sungmin. Kalau sungmin yang ini."
Heechul-sshi menunjuk foto seorang namja dengan senyum cantik merangkul pundak donghae-sshi.
"Jadi, dia bukan sungmin?" Kataku menunjuk foto seorang namja tinggi berdiri dibelakang siwon oppa.
"Bagaimana kau bisa melupakannya? Kau selalu bersamanya hampir setiap hari"
"Aku tidak tahu. Aku hanya tahu kalau namanya sungmin bukan kyu" kataku setengah tidak percaya. Ternyata namja yang selama ini bersamaku itu bukan sungmin melainkan kyu.
"Ngomong-ngomong,apa kau disuruh siwon-sshi untuk kesini?"
"Anio. Oppa, dimana aku bisa bertemu minho-sshi? Dia pasti marah kalau aku telat datang."
"Dia ada di lantai 5, kau bisa menggunakan lift di depan kantor ahjusshi"
"Gomawo oppa"
Aku meninggalkan heechul-sshi dan berjalan kearah lift didepan kantor ahjusshi. Dengan perasaan yang masih bingung, aku hampir saja menabrak seorang namja.
"Ah! Mianhaeyo. Aku tidak senga.....kau sungmin-sshi??"
"gwenchana. Ne. Waeyo?"
"Ah...anio. Mianhaeyo."
"Gwenchana~ kau adiknya siwon-sshi? Kau mirip dengannya."
"Ne. Mianhaeyo,sungmin-sshi aku buru-buru."
"Ne"
Aku langsung masuk ke dalam lift dan berfikir dengan keras. Aku menekan tombol bertulisakan angka 5 dan kepalaku pusing sekali. Dan setelah itu semuanya gelap........
"Mi young? Bangunlah! Apa yang terjadi padamu? Astaga!"
"Mi young? Kenapa dia? Hey Kenapa dia bisa seperti ini?!" Suara ini.... Suara....Sung..bukan! Ini suara kyu. Ya ini suara kyu!
"Kyu........"
"ne? Aku disini."
"Selamat Ulang Tahun. Akan kucuci mobilmu nanti"
"Kau....ingat? Kau ingat ulang tahunku? Ingat tentang cuci mobil itu?"
"Aku ingat semuanya"
"Gomawo telah mengingatku kembali. Mianhaeyo aku berbohong kepadamu. Namaku Cho kyuhyun bukan lee sungmin"
"Ne. Gwenchana. Aku yang harusnya minta maaf. Aku melupakanmu. Mianhaeyo."
"Aku senang kau mengingatku kembali" kyu tersenyum dan memelukku "Jangan pernah lupakan aku lagi. Janji?"
"Janji. Selamanya tidak akan melupakanmu" aku tersenyum dalam pelukkan kyu. Aku mengingat semua tentangnya.
"Saranghaeyo"
"Nado saranghaeyo"
-the end-
CMY
Jumat, 24 Juni 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
BLUE TOMORROW
“Boleh aku memanggilmu Kim Jong Woon ?” Pertanyaan aneh yang tiba-tiba di ajukan oleh gadis itu membuat Kevin kaget dan bingung.
“HAH ?! nama apaan lagi tuh ?!”
“Dia itu artis korea. Boleh enggak ?”
“Artis ? memangnya dia mirip denganku ?”
“Ya. Kamu seperti Reinkarnasinya Kim Jong Woon. Makanya aku mau memanggilmu Kim Jong Woon. Boleh ya ?”
“Emangnya dia udah meninggal ?”
“Husssh! Sembarangan! Dia masih hidup tau!”
“Terus kenapa kamu bilang aku seperti reinkarnasinya ?”
“Soalnya kamu mirip dia! Udah deh tinggal jawab mau apa enggak susah banget. Kalau enggak mau yaudah,aku mau pulang sekarang!” kata gadis itu kesal.
“Ya ya deh. Aku mau. Asal itu masih nama manusia saja.” Kata Kevin pasrah.
“Okay deh, makasih ya Kim Jong Woon, sampai nanti. Ingat! Kalau aku memanggilmu dengan sebutan Kim Jong Woon, kau harus nengok!” Kevin mengangguk dan gadis itu terlihat puas dengan jawaban Kevin lalu ia berjalan pulang menuju rumahnya.
Gadis itu bernama Nava dan mempunyai nama Korea Han Soo Ra. Ia sekarang duduk di kelas satu SMA. Ia dan Kevin sudah berteman kurang lebih sepuluh tahun. Ia menyukai seorang penyanyi korea pria bernama Kim Jong Woon yang mirip dengan Kevin. Dari segi suaranya sampai wajahnya mereka berdua memang sangat mirip. Makanya, hari ini ia senang sekali bisa memanggil Kevin dengan nama idolanya.
Keesokan harinya, Nava tidak masuk sekolah utuk selama-lamanya karena ia harus ikut dengan mama dan papanya pindah ke Paris. Ia bahkan belum sempat berpamitan dengan teman-temannya di Indonesia, apalagi dengan Kevin. Kevin yang sudah tahu berita ini langsung mencoba menghubungi Nava melalui ponselnya, tetapi nomor Nava tidak aktif. Tetapi, Nava sempat memberi tahu Kevin tentang kepergiannya yang mendadak ini melalui pesan singkat lewat ponselnya sebelum ia berangkat ke Paris.
Empat tahun kemudian. Nava dan Kevin benar-benar tidak pernah bertemu lagi. Sekarang Nava sedang berkuliah di Korea Selatan dan orangtuanya tetap tinggal di Paris. Di Korea, Nava tinggal sendiri di sebuah apartemen. Dia juga mempunyai sebuah pekerjaan sampingan sebagai assisten pribadi seorang perancang busana ternama di Korea Selatan,Mr. Lee. Hari ini jadwal Nava benar-benar padat. Setelah pulang kuliah, ia harus segera ke butik Mr. Lee karena tadi Mr. Lee meneleponnya.
Lima belas menit kemudian Nava sampai di butik Mr. Lee dan langsung disambut dengan omelan Mr. Lee. “Kau terlambat, Nona Han. Kemana saja kau saat aku sedang sibuk begini ?” kata Mr. Lee dengan tampang kesal.
“Maaf,Mr. Lee. Tadi Saya ada jam kuliah. Tetapi, begitu Anda menelepon, Saya langsung kesini setelah pulang kuliah tadi. Oh iya, apa yang harus Saya kerjakan ?”
“Tolong kau bawakan baju-baju itu ke ruang tamu VIP. Kau lihat kan aku sedang sangat sibuk sekarang.” Perintah Mr.Lee.
“Tapi, baju-baju ini untuk siapa ?”
“Antarkan saja. Nanti kau akan tahu sendiri baju-baju itu untuk siapa.” Sambil tetap sibuk dengan ponselnya.
“Baiklah.” Dengan muka lelah, Nava membawa keranjang yang berisi baju-baju itu ke ruang tamu VIP di lantai tiga dengan menggunakan lift. Setelah sampai di lantai tiga, ia mendorong pintu kaca besar bertuliskan “VIP ROOM” di depannya. “Selamat sore, maaf membuat Anda menunggu lama, Saya hanya ingin mengantarkan baju-baju ini kepada Anda karena Mr.Lee sedang angat sibuk dibawah.” Nava sudah sangat lelah sehingga ia tidak memperhatikan laki-laki itu.
“Apakah kita pernah bertemu ?” tanya laki-laki itu. Nava kaget. Ia kenal suara ini. Lalu ia melihat ke arah laki-laki itu. “Kau pasti tahu siapa aku.” Laki-laki itu tersenyum kepada Nava. Senyuman yang khas yang Nava tahu cuma satu orang di dunia ini yang memiliki senyuman seperti tadi.
“Kau...Kevin U-KISS ?” tanya Nava sedikit tidak yakin. “Reinkarnasinya Kim Jong Woon ?”
“Hahaha. Ternyata kau masih mengingatku. Apa kabar, Han Soo Ra ?” Senyum Kevin yang semakin manis membuat Nava yakin kalau laki-laki itu benar Kevin, teman masa kecilnya di Indonesia dulu. “Aku sudah bertemu dengan Kim Jong Woon yang asli. Dan kami memang benar-benar mirip. Dan aku bilang ke dia bahwa aku juga pernah di panggil Kim Jong Woon oleh seorang gadis walaupun cuma sekali. Oh iya, sebenarnya ia lebih dikenal dengan nama Yesung lho.” Cerita Kevin panjang lebar. Bagaimanapun sudah empat tahun nava tidak bertemu dengan Kevin.
“Aku baik. Bagaimana denganmu ? Kau pasti sibuk sekali.” Balas Nava dengan suara lelah.
“Aku juga baik. Ya, lumayan lah. Tapi aku mempunyai waktu luang kalau kau ingin aku bernyanyi didepanmu sekarang. Hahaha.” Goda kevin.
“Jangan bercanda. Sekarang kau coba saja baju-baju itu dulu. Aku harus ke bawah membantu Mr. Lee. Ia bisa marah besar jika aku mengganggumu mencoba baju-baju itu.” Nava tidak menghiraukan candaan Kevin lalu ia membuka pintu kaca di depannya. “Sampai nanti, Kim Jong Woon.” Walaupun lelah, Nava berusaha tersenyum hangat ke arah sahabatnya itu. Kevin hanya diam memandang nava yang lama-lama hilang dari balik pintu.
Setelah turun dari lantai tiga, Nava berjalan ke ruangan Mr. Lee. Ia masih tidak percaya sahabatnya sekarang telah menjadi seorang penyanyi terkenal yang juga termasuk anggota BoyBand U-KISS dan bertemu dengannya di butik milik Mr. Lee ini. Perlahan Nava membuka pintu ruangan Mr. Lee. Ia melihat Mr. Lee masih sangat sibuk dengan ponsel di telinganya.
“Apakah masih ada yang harus saya kerjakan lagi, Mr. Lee ?” tanya nava dengan suara lelah.
“Tidak ada lagi yang harus kau kerjakan. Terima kasih telah membantuku, Nona Han. Kau boleh pulang sekarang dan kembali lagi besok. Sampai besok, Nona Han.” Nava hanya diam dan melangkah keluar ruangan kerja Mr. Lee yang berantakan itu.
Sudah beberapa hari ini hujan membasahi kota Seoul. Nava juga tidak pernah melihat Kevin lagi setelah pertemuan mereka di butik Mr. Lee. Tetapi, Kevin berhasil mendapatkan nomor ponsel Nava dari Mr. Lee. Pernah juga Kevin meneleponya tiga kali untuk menanyakan kabar. Tetapi, akhir-akhir ini ia jarang menelepon nava. Mungkin ia sibuk dengan promo albumnya. Tiba-tiba ponsel Nava berbunyi. “Hallo...Iya Saya Nava... APA?!...Bagaimana keadaannya sekarang ?...Baik Saya akan segera kesana. Saya akan berangkat dengan pesawat pertama. Terima kasih telah memberitahukan Saya.” Nava menutup flip ponselnya dan segera mencari taxi. Ia mendapat telepon dari sepupunya di Paris. Sepupunya bilang bahwa mama Nava kecelakaan. Nava langsung berangkat ke Paris dengan pesawat pertama dari Korea Selatan menuju Paris.
Sudah sepuluh hari Nava berada di Paris. Keadaan mamanya pun sudah mulai membaik. Sering juga Kevin meneleponnya untuk menanyakan keadaannya dan juga keadaan mama Nava. Besok Nava berniat pulang ke Korea karena ia masih harus kuliah disana. Ia mencoba menelepon Kevin untuk memberitahukan bahwa besok ia akan pulang ke Korea, tetapi tidak di angkat. Mungkin Kevin sedang sibuk, pikirnya. Keesokan harinya, Kevin mencoba menelepon Nava tetapi ponsel Nava tidak aktif. Beberapa menit kemudian, Kevin mendapat telpon dari Mr. Lee bahwa Nava menjadi korban tabrakan beruntun saat ia menuju bandara. Kevin langsung berangkat ke Paris dan membatalkan semua acaranya bersama U-KISS. Sesampainya ia di Paris, ia langsung menuju rumah sakit dimana Nava dirawat.
Kevin lemas melihat Nava berbaring lemah disana dan belum sadarkan diri. Ia meminta izin ke orang tua nava untuk menjenguk Nava. Perlahan-lahan Kevin membuka pintu kamar Nava, ia melihat gadis itu terbaring dengan wajah lebam dan kepalanya di perban. Perlahan ia memegang tangan gadis itu. Tiba-tiba gerakannya terhenti. Ia mengerutkan kening. Apakah ia salah liat tadi? Sepertinya kelopak mata nava bergerak. Tidak, ia hanya bermimpi. Tapi kemudian ia melihat tangan Nava yang ia genggam bergerak. Perlahan-lahan kelopak mata gadis itu bergerak dan terbuka. Kevin merasa lega melihat Nava sudah sadar.
“Kau sudah sadar,” Kata Kevin kepada Nava, senyumnya mengembang. “Bagaimana perasaanmu ?”
Nava ingin membuka mulut, tetapi ia terlalu lemah. Kevin cepat-cepat melarangnya. “Jangan bicara dulu. Kondisimu masih sangat lemah. Biar aku panggilkan dokter.” Lalu kevin menekan tombol hijau disebelah tempat tidur nava. “Aku senang kau sudah sadar. Kau akan baik-baik saja. Jangan pernah membuat aku cemas lagi. Aku sayang padamu.” Kevin tersenyum lagi kepada Nava dan Nava membalas senyuman Kevin. “Aku juga. Maaf membuatmu cemas.”
Seminggu kemudian, Nava diperbolehkan pulang. Ia tinggal di Paris selama sebulan begitupun dengan Kevin. Besok mereka berencana pulang ke Korea karena keadaan Nava sudah membaik. Sesampainya di Korea, Kevin mengantarkan Nava ke rumahnya. Kebetulan di rumah Nava ada sebuah Grand Piano. Nava ingat Kevin pernah berkata kalau jika ia mempunya waktu luang ia akan menyanyikan sebuah lagu untuknya.
“Jong Woon, apakah kau sibuk sekarang ?” tanya Nava.
“Tidak. Memangnya kenapa ?” tanya Kevin.
“Nyanyikan sebuah lagu untukku.” Pinta Nava sambil menunjuk Grand Piano di sudut ruangan.
“Baiklah, kau mau lagu apa ?” Kata Kevin sambil berjalan ke arah piano. Nava mengikutinya dari belakang. “Apa saja.” Nava duduk disamping Kevin. “Lagu ini khusus untukmu.” Kata Kevin sambil tersenyum.
Lalu, jari-jari tangan Kevin mulai menari indah di atas tuts piano dan ia mulai menyanyi. Nava menahan napas ketika mengenali lagu itu. Salah satu lagu favoritnya sepanjang masa. Lagu yang dinyanyikan oleh Kim Jong Woon atau lebih dikenal dengan Yesung Super Junior yang berjudul It Has To Be You. Dulu, setiap kali Nava mendengarkan CD Kim Jong Woon atau di radio, ia selalu bermimpi suatu saat nanti ada seseorang yang akan menyanyikan lagu ini khusus untuknya. Kini mimpinya menjadi kenyataan. Kevin Woo atau reinkarnasinya Kim Jong Woon sedang menyanyikan lagu itu. Khusus untuknya. Sekarang,besok,dan selamanya Nava akan merasakan sebuah “BLUE TOMORROW” atau hari esok yang biru. Karena, mulai besok, Hari-harinya akan berubah menjadi sebiru langit di musim panas karena ada Kevin Woo yang selalu disampingnya.-THE END-
CHOI MI YOUNG
Rabu, 23 Februari 2011
Blue Wind (My first Short Story)
Blue Wind
by : Choi Mi young
“Sunny, kau harus berjanji satu hal kepadaku.”
“Mmmh..berjanji untuk apa kak ?”
“Kita harus bertemu disini lima tahun lagi dan harus di bangku taman ini. Kau mau berjanji untukku ?”
“Baiklah, kak. Aku berjanji. Kita bertemu lima tahun lagi ditempat ini.”
Sekilas aku mengingat sebuah percakapan. Ya, itu percakapan terakhir ku dengan kak Siwon sebelum aku ke Indonesia untuk bersekolah. Sebelumnya aku adalah warga negara Korea Selatan dan sampai sekarang aku tetap menjadi warga negara Korea Selatan karena aku ke Indonesia hanya untuk bersekolah, bukan untuk menetap dan tinggal disini selamanya. Sebenarnya, nama asli ku adalah Lee Yeo Sa. Tetapi, entah mengapa sejak aku masih kecil, aku selalu di panggil dengan sebutan “Sunny” dan aku suka sekali dengan panggilan masa kecilku itu. Aku kembali terdiam. Berusaha untuk mengingat-ingat kembali percakapan terakhirku dengan seorang laki-laki yang bernama Choi Siwon yang usianya lebih tua 3 tahun dariku. Astaga! Apa yang aku lakukan disini ?! hanya berdiam diri dan mencoba mengingat kejadian itu kembali ?! sadarlah Sunny! Ini sudah hampir lima tahun! Perjanjian itu harus di tepati. Aku bukan orang yang suka mengingkari janji. Aku harus ke Korea tetapi yang pasti bukan sekarang karena sekarang sudah larut malam dan aku harus tidur atau jika tidak, besok aku akan di hukum di sekolah karena kesiangan.
Keesokan harinya, sesampainya di sekolah aku langsung di sambut dengan teriakan dari temanku yang berasal dari Korea Selatan juga. Nama temanku itu adalah Park Shin Ye atau biasa di panggil dengan sebutan masa kecilnya juga yakni, Jessica.
“SUNNY! Kau harus dengar! Ini benar-benar berita baik.”
“Aduh, Jess. Kau pagi-pagi begini sudah ribut. Ada apa sih sampai kau berteriak di kupingku ?” kataku sedikit kesal.
“Kita akan mendapatkan libur satu bulan!”
“Benarkah ?” kataku tak percaya.
“Ya, dan mulai bulan depan kita sudah bisa mendapatkan libur istimewa itu.” Aku tersenyum. Ini benar-benar berita baik. Liburan itu akan aku gunakan untuk pulang ke Korea. Aku sudah sangat merindukan mama dan papaku juga kak Siwon. Aku akan tepati janjiku kak. Aku akan pulang.
Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Libur satu bulan yang sangat di nanti-nantikan semua anak-anak. Banyak anak-anak dari negara lain yang menggunakan liburan ini untuk pulang ke negaranya masing-masing seperti aku dan Jessica. Aku berjalan sambil menarik koperku kearah Jessica yang sudah siap berangkat ke Korea. Dilihat dari mukanya, dia sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke Korea begitu pun dengan aku. Sesampainya kami di bandara, kami mengucapkan salam perpisahan ke teman-teman kami yang juga pulang ke negaranya masing-masing. Di dalam pesawat aku hanya berdoa semoga aku dan Jessica bisa sampai di Korea dengan selamat. Setelah pesawat lepas landas, kami mulai sibuk dengan diri kami masing-masing. Jessica sibuk dengan iPodnya sementara aku lebih memilih untuk tidur karena perjalanan ke Korea membutuhkan waktu yang lumayan lama dan membosankan.
Hoaaaaam… tidurku semalam nyenyak sekali. Sudah sampai dimana ya sekarang ? aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang tuaku dan kak Siwon di Korea. Sepertinya sebentar lagi pesawat akan mendarat. Jessica dan aku sudah bersiap-siap untuk turun. Dua puluh menit kemudian aku sudah di sambut dengan pemandangan yang tidak asing lagi bagiku. Setelah mengambil barang, aku dan Jessica berpamitan karena rumah kami berbeda arah. Aku di Seoul, sementara Jessica di Incheon. Jessica di jemput oleh supirnya sementara aku harus mencari taxi untuk ke Seoul karena tidak ada satupun anggota keluargaku yang aku beritahukan kalau aku akan pulang. Sekarang aku harus cepat-cepat mencari taxi dan pulang ke rumah.
Di dalam taxi aku hanya terdiam. Ini kota besar tempat aku dilahirkan. Disinilah aku bertemu dengan banyak teman dan kak Siwon salah satunya. Apakah kak Siwon masih mengingat janji yang ia buat lima tahun yang lalu ? aku berharap dia masih ingat dengan janji itu. Sekilas aku melihat poster “SUPER JUNIOR” di salah satu gedung bertuliskan “SM ENTERTAINMENT”. Diposter itu terdapat foto kak Siwon. Apakah ia salah satu anggota Super Junior ? akan aku tanyakan jika nanti bertemu dengannya. Sekitar dua puluh menit kemudian aku sampai di depan sebuah rumah. Ya ini adalah rumahku. Aku berharap orang tuaku sedang dirumah sekarang. Aku sudah sangat merindukan mereka. Pelan-pelan kubuka pintu pagar, lalu ku ketok pintu rumahku sebanyak tiga kali. Lalu seorang wanita membukakan pintu. Wanita itu adalah mamaku. Aku memeluknya. Menciumnya. Aku sangat merindukannya. Di dalam rumah, aku bertemu dengan papaku. Sama seperti apa yang aku lakukan ke mama tadi, aku memeluknya dan menciumnya. Aku sangat merindukan mereka dan mereka senang sekali aku bisa pulang walaupun cuma sebentar. Mama mengantarku ke kamar dan menyuruhku untuk istirahat. Aku sangat merindukan suasana kamarku. Benar-benar tidak ada yang berubah.
Keesokan harinya, setelah sarapan aku berjalan-jalan keluar. Berharap bisa mengenang masa kecilku di kota ini. Aku melewati sebuah taman dan aku ingat akan janji itu. Aku melihat seseorang duduk di bangku taman itu. Aku menghampirinya dan berharap itu adalah kak Siwon. Tetapi dia bukan kak Siwon. Dia adalah Cho Kyu Hyun. Dia juga anggota Super Junior. Dia disuruh oleh kak Siwon untuk datang ke bangku taman itu setiap hari untuk menungguku. Kyu Hyun bilang, kak Siwon tidak bisa datang karena dia sedang sakit parah dan di rawat di rumah sakit. Ternyata kak Siwon terkena penyakit kanker otak stadium akhir. Aku sangat kaget dan langsung memaksa Kyu Hyun untuk mengantarku ke rumah sakit dimana kak Siwon di rawat. Sesampainya disana, aku berlari menarik tangan Kyu Hyun kearah kamar kak Siwon. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya dan aku melihat kak Siwon berbaring lemah disana. Aku berlari sambil menagis menghampiri kak Siwon dan memeluknya. Dia tersenyum.
“Maafkan aku, Sunny.” Kata kak Siwon dengan suara lemah.
“Jangan! Jangan bicara dulu! Kondisimu masih sangat lemah.” Larangku.
“Sunny, aku merindukanmu selama lima tahun ini. Aku orang yang payah. Aku tidak bisa menepati janji yang aku buat sendiri. Jika ini kesempatan terakhirku, aku mau kau tahu kalau…”
“Jangan! Jangan berkata seperti itu kak! Kau harus sembuh! Aku mau kita bermain bersama seperti lima tahun yang lalu. Jangan tinggalkan aku. Aku yakin, kau pasti sembuh.” Kataku terisak-isak. Tiba-tiba kak Siwon menarik tangan Kyu Hyun.
“Kyu, aku ingin kau menjaga Sunny. Jaga dia demi aku. Kau adik terbaik yang pernah aku punya di Super Junior. Tolong, bawa semua anggota-anggota Super Junior kesini. Aku merasa waktuku sudah tidak banyak lagi.”
“Tolong jangan berkata seperti itu kak. Kau akan sembuh. Aku akan telepon anggota-anggota yang lain supaya datang kesini.” Kata Kyu terisak sama sepertiku. Lalu ia mengambil Handphone untuk menelepon semua anggota Super Junior.
“Kak aku mohon, kau harus sembuh! Jangan pernah berkata kalau ini kesempatan terakhirmu.” Tangisku semakin kencang.
“Aku tidak ingin pernah mengucapkan selamat tinggal kepadamu, Sunny. Kau kenangan yang sangat indah buatku. Kau seperti Blue Wind. Aku bisa bertahan selama ini karenamu. Terimakasih kau sudah mau hadir di hidupku walaupun hanya sebentar.” Kak Siwon tersenyum. Aku merasa ini seperti senyuman terakhirnya. Tiba-tiba pintu terbuka dan…
“CHOI SIWON! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKAN KAMI!” Teriak semua anggota Super Junior. “KAU HARUS HIDUP! KITA HARUS SELALU BERTIGA BELAS! KAU HARUS SEMBUH!” Teriak kak Sungmin lalu memeluk kak Siwon.
“Hey hey, aku tidak akan meninggalkan kalian. Aku akan selalu berada di dekat kalian. Di hati kalian.” Kak Siwon tersenyum. Senyuman itu membuatku semakin histeris. Aku benar-benar tidak menyangka ini akan menjadi pertemuan terakhirku dengan kak Siwon.
“Sunny, aku mohon jangan menangis.” Pinta kak Siwon kepadaku.
“Tidak, aku tidak menangis.” Kataku sambil menyeka air mataku.
“Tersenyumlah untukku,my Blue Wind. Untuk yang terakhir kalinya.” Aku pun berusaha tersenyum walau sebenarnya aku sangat hancur saat itu.
“Terimakasih Sunny. Aku bahagia dengan pertemuan singkat ini. Aku beruntung bisa mengenalmu. dan Kyu, tolong jagalah dia demi aku. Aku mencintai kalian semua. Kalian partner yang hebat dan luar biasa. Aku senang bisa menjadi bagian dari hidup kalian.”
Perlahan-lahan kak Siwon menutup matanya. Tidur untuk selamanya,namun ia tersenyum lega karena sudah bisa menepati janjinya bertemu denganku dan aku pun menangis histeris. Berkali-kali aku mencoba memanggil nama kak Siwon pun tak ada jawabannya. Aku memeluk tubuhnya yang sudah dingin begitupun dengan anggota-anggota Super Junior yang lain. Keesokan harinya, aku bersama Kyu Hyun dan anggota Super Junior yang lain menghadiri upacara pemakaman kak Siwon. Aku sudah berjanji tidak akan menangisi kepergian kak Siwon lagi. Aku harus bersyukur dengan pertemuan yang singkat ini. Selamat jalan, kak Siwon. Semoga kau tenang disana. Aku tidak akan melupakanmu selamanya. Aku sudah memutuskan untuk tidak kembali ke Indonesia dan bersekolah di Korea saja karena aku tidak mau kehilangan dan terpisah dengan orang-orang yang aku sayang lagi untuk kedua kalinya.
-THE END-
Langganan:
Postingan (Atom)