“Boleh aku memanggilmu Kim Jong Woon ?” Pertanyaan aneh yang tiba-tiba di ajukan oleh gadis itu membuat Kevin kaget dan bingung.
“HAH ?! nama apaan lagi tuh ?!”
“Dia itu artis korea. Boleh enggak ?”
“Artis ? memangnya dia mirip denganku ?”
“Ya. Kamu seperti Reinkarnasinya Kim Jong Woon. Makanya aku mau memanggilmu Kim Jong Woon. Boleh ya ?”
“Emangnya dia udah meninggal ?”
“Husssh! Sembarangan! Dia masih hidup tau!”
“Terus kenapa kamu bilang aku seperti reinkarnasinya ?”
“Soalnya kamu mirip dia! Udah deh tinggal jawab mau apa enggak susah banget. Kalau enggak mau yaudah,aku mau pulang sekarang!” kata gadis itu kesal.
“Ya ya deh. Aku mau. Asal itu masih nama manusia saja.” Kata Kevin pasrah.
“Okay deh, makasih ya Kim Jong Woon, sampai nanti. Ingat! Kalau aku memanggilmu dengan sebutan Kim Jong Woon, kau harus nengok!” Kevin mengangguk dan gadis itu terlihat puas dengan jawaban Kevin lalu ia berjalan pulang menuju rumahnya.
Gadis itu bernama Nava dan mempunyai nama Korea Han Soo Ra. Ia sekarang duduk di kelas satu SMA. Ia dan Kevin sudah berteman kurang lebih sepuluh tahun. Ia menyukai seorang penyanyi korea pria bernama Kim Jong Woon yang mirip dengan Kevin. Dari segi suaranya sampai wajahnya mereka berdua memang sangat mirip. Makanya, hari ini ia senang sekali bisa memanggil Kevin dengan nama idolanya.
Keesokan harinya, Nava tidak masuk sekolah utuk selama-lamanya karena ia harus ikut dengan mama dan papanya pindah ke Paris. Ia bahkan belum sempat berpamitan dengan teman-temannya di Indonesia, apalagi dengan Kevin. Kevin yang sudah tahu berita ini langsung mencoba menghubungi Nava melalui ponselnya, tetapi nomor Nava tidak aktif. Tetapi, Nava sempat memberi tahu Kevin tentang kepergiannya yang mendadak ini melalui pesan singkat lewat ponselnya sebelum ia berangkat ke Paris.
Empat tahun kemudian. Nava dan Kevin benar-benar tidak pernah bertemu lagi. Sekarang Nava sedang berkuliah di Korea Selatan dan orangtuanya tetap tinggal di Paris. Di Korea, Nava tinggal sendiri di sebuah apartemen. Dia juga mempunyai sebuah pekerjaan sampingan sebagai assisten pribadi seorang perancang busana ternama di Korea Selatan,Mr. Lee. Hari ini jadwal Nava benar-benar padat. Setelah pulang kuliah, ia harus segera ke butik Mr. Lee karena tadi Mr. Lee meneleponnya.
Lima belas menit kemudian Nava sampai di butik Mr. Lee dan langsung disambut dengan omelan Mr. Lee. “Kau terlambat, Nona Han. Kemana saja kau saat aku sedang sibuk begini ?” kata Mr. Lee dengan tampang kesal.
“Maaf,Mr. Lee. Tadi Saya ada jam kuliah. Tetapi, begitu Anda menelepon, Saya langsung kesini setelah pulang kuliah tadi. Oh iya, apa yang harus Saya kerjakan ?”
“Tolong kau bawakan baju-baju itu ke ruang tamu VIP. Kau lihat kan aku sedang sangat sibuk sekarang.” Perintah Mr.Lee.
“Tapi, baju-baju ini untuk siapa ?”
“Antarkan saja. Nanti kau akan tahu sendiri baju-baju itu untuk siapa.” Sambil tetap sibuk dengan ponselnya.
“Baiklah.” Dengan muka lelah, Nava membawa keranjang yang berisi baju-baju itu ke ruang tamu VIP di lantai tiga dengan menggunakan lift. Setelah sampai di lantai tiga, ia mendorong pintu kaca besar bertuliskan “VIP ROOM” di depannya. “Selamat sore, maaf membuat Anda menunggu lama, Saya hanya ingin mengantarkan baju-baju ini kepada Anda karena Mr.Lee sedang angat sibuk dibawah.” Nava sudah sangat lelah sehingga ia tidak memperhatikan laki-laki itu.
“Apakah kita pernah bertemu ?” tanya laki-laki itu. Nava kaget. Ia kenal suara ini. Lalu ia melihat ke arah laki-laki itu. “Kau pasti tahu siapa aku.” Laki-laki itu tersenyum kepada Nava. Senyuman yang khas yang Nava tahu cuma satu orang di dunia ini yang memiliki senyuman seperti tadi.
“Kau...Kevin U-KISS ?” tanya Nava sedikit tidak yakin. “Reinkarnasinya Kim Jong Woon ?”
“Hahaha. Ternyata kau masih mengingatku. Apa kabar, Han Soo Ra ?” Senyum Kevin yang semakin manis membuat Nava yakin kalau laki-laki itu benar Kevin, teman masa kecilnya di Indonesia dulu. “Aku sudah bertemu dengan Kim Jong Woon yang asli. Dan kami memang benar-benar mirip. Dan aku bilang ke dia bahwa aku juga pernah di panggil Kim Jong Woon oleh seorang gadis walaupun cuma sekali. Oh iya, sebenarnya ia lebih dikenal dengan nama Yesung lho.” Cerita Kevin panjang lebar. Bagaimanapun sudah empat tahun nava tidak bertemu dengan Kevin.
“Aku baik. Bagaimana denganmu ? Kau pasti sibuk sekali.” Balas Nava dengan suara lelah.
“Aku juga baik. Ya, lumayan lah. Tapi aku mempunyai waktu luang kalau kau ingin aku bernyanyi didepanmu sekarang. Hahaha.” Goda kevin.
“Jangan bercanda. Sekarang kau coba saja baju-baju itu dulu. Aku harus ke bawah membantu Mr. Lee. Ia bisa marah besar jika aku mengganggumu mencoba baju-baju itu.” Nava tidak menghiraukan candaan Kevin lalu ia membuka pintu kaca di depannya. “Sampai nanti, Kim Jong Woon.” Walaupun lelah, Nava berusaha tersenyum hangat ke arah sahabatnya itu. Kevin hanya diam memandang nava yang lama-lama hilang dari balik pintu.
Setelah turun dari lantai tiga, Nava berjalan ke ruangan Mr. Lee. Ia masih tidak percaya sahabatnya sekarang telah menjadi seorang penyanyi terkenal yang juga termasuk anggota BoyBand U-KISS dan bertemu dengannya di butik milik Mr. Lee ini. Perlahan Nava membuka pintu ruangan Mr. Lee. Ia melihat Mr. Lee masih sangat sibuk dengan ponsel di telinganya.
“Apakah masih ada yang harus saya kerjakan lagi, Mr. Lee ?” tanya nava dengan suara lelah.
“Tidak ada lagi yang harus kau kerjakan. Terima kasih telah membantuku, Nona Han. Kau boleh pulang sekarang dan kembali lagi besok. Sampai besok, Nona Han.” Nava hanya diam dan melangkah keluar ruangan kerja Mr. Lee yang berantakan itu.
Sudah beberapa hari ini hujan membasahi kota Seoul. Nava juga tidak pernah melihat Kevin lagi setelah pertemuan mereka di butik Mr. Lee. Tetapi, Kevin berhasil mendapatkan nomor ponsel Nava dari Mr. Lee. Pernah juga Kevin meneleponya tiga kali untuk menanyakan kabar. Tetapi, akhir-akhir ini ia jarang menelepon nava. Mungkin ia sibuk dengan promo albumnya. Tiba-tiba ponsel Nava berbunyi. “Hallo...Iya Saya Nava... APA?!...Bagaimana keadaannya sekarang ?...Baik Saya akan segera kesana. Saya akan berangkat dengan pesawat pertama. Terima kasih telah memberitahukan Saya.” Nava menutup flip ponselnya dan segera mencari taxi. Ia mendapat telepon dari sepupunya di Paris. Sepupunya bilang bahwa mama Nava kecelakaan. Nava langsung berangkat ke Paris dengan pesawat pertama dari Korea Selatan menuju Paris.
Sudah sepuluh hari Nava berada di Paris. Keadaan mamanya pun sudah mulai membaik. Sering juga Kevin meneleponnya untuk menanyakan keadaannya dan juga keadaan mama Nava. Besok Nava berniat pulang ke Korea karena ia masih harus kuliah disana. Ia mencoba menelepon Kevin untuk memberitahukan bahwa besok ia akan pulang ke Korea, tetapi tidak di angkat. Mungkin Kevin sedang sibuk, pikirnya. Keesokan harinya, Kevin mencoba menelepon Nava tetapi ponsel Nava tidak aktif. Beberapa menit kemudian, Kevin mendapat telpon dari Mr. Lee bahwa Nava menjadi korban tabrakan beruntun saat ia menuju bandara. Kevin langsung berangkat ke Paris dan membatalkan semua acaranya bersama U-KISS. Sesampainya ia di Paris, ia langsung menuju rumah sakit dimana Nava dirawat.
Kevin lemas melihat Nava berbaring lemah disana dan belum sadarkan diri. Ia meminta izin ke orang tua nava untuk menjenguk Nava. Perlahan-lahan Kevin membuka pintu kamar Nava, ia melihat gadis itu terbaring dengan wajah lebam dan kepalanya di perban. Perlahan ia memegang tangan gadis itu. Tiba-tiba gerakannya terhenti. Ia mengerutkan kening. Apakah ia salah liat tadi? Sepertinya kelopak mata nava bergerak. Tidak, ia hanya bermimpi. Tapi kemudian ia melihat tangan Nava yang ia genggam bergerak. Perlahan-lahan kelopak mata gadis itu bergerak dan terbuka. Kevin merasa lega melihat Nava sudah sadar.
“Kau sudah sadar,” Kata Kevin kepada Nava, senyumnya mengembang. “Bagaimana perasaanmu ?”
Nava ingin membuka mulut, tetapi ia terlalu lemah. Kevin cepat-cepat melarangnya. “Jangan bicara dulu. Kondisimu masih sangat lemah. Biar aku panggilkan dokter.” Lalu kevin menekan tombol hijau disebelah tempat tidur nava. “Aku senang kau sudah sadar. Kau akan baik-baik saja. Jangan pernah membuat aku cemas lagi. Aku sayang padamu.” Kevin tersenyum lagi kepada Nava dan Nava membalas senyuman Kevin. “Aku juga. Maaf membuatmu cemas.”
Seminggu kemudian, Nava diperbolehkan pulang. Ia tinggal di Paris selama sebulan begitupun dengan Kevin. Besok mereka berencana pulang ke Korea karena keadaan Nava sudah membaik. Sesampainya di Korea, Kevin mengantarkan Nava ke rumahnya. Kebetulan di rumah Nava ada sebuah Grand Piano. Nava ingat Kevin pernah berkata kalau jika ia mempunya waktu luang ia akan menyanyikan sebuah lagu untuknya.
“Jong Woon, apakah kau sibuk sekarang ?” tanya Nava.
“Tidak. Memangnya kenapa ?” tanya Kevin.
“Nyanyikan sebuah lagu untukku.” Pinta Nava sambil menunjuk Grand Piano di sudut ruangan.
“Baiklah, kau mau lagu apa ?” Kata Kevin sambil berjalan ke arah piano. Nava mengikutinya dari belakang. “Apa saja.” Nava duduk disamping Kevin. “Lagu ini khusus untukmu.” Kata Kevin sambil tersenyum.
Lalu, jari-jari tangan Kevin mulai menari indah di atas tuts piano dan ia mulai menyanyi. Nava menahan napas ketika mengenali lagu itu. Salah satu lagu favoritnya sepanjang masa. Lagu yang dinyanyikan oleh Kim Jong Woon atau lebih dikenal dengan Yesung Super Junior yang berjudul It Has To Be You. Dulu, setiap kali Nava mendengarkan CD Kim Jong Woon atau di radio, ia selalu bermimpi suatu saat nanti ada seseorang yang akan menyanyikan lagu ini khusus untuknya. Kini mimpinya menjadi kenyataan. Kevin Woo atau reinkarnasinya Kim Jong Woon sedang menyanyikan lagu itu. Khusus untuknya. Sekarang,besok,dan selamanya Nava akan merasakan sebuah “BLUE TOMORROW” atau hari esok yang biru. Karena, mulai besok, Hari-harinya akan berubah menjadi sebiru langit di musim panas karena ada Kevin Woo yang selalu disampingnya.-THE END-
CHOI MI YOUNG